Berita

×

Pemberitahuan

Simple Image Gallery Pro Notice: Joomla!'s /cache folder is not writable. Please correct this folder's permissions, clear your site's cache and retry.

Penelitian Terbaru HDI Propoelix Terhadap Orang Sehat

Imunitas tubuh ibarat “benteng pertahanan” yang harus dijaga agar tetap kuat, jika ingin terhindar dari ancaman penyakit. Terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, kita sudah harus beradaptasi melakukan aktivitas dengan tetap memerhatikan kesehatan.

 

Selain menerapkan protokol kesehatan, kewajiban lainnya adalah meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Ada berbagai cara untuk meningkatkan imunitas, diantaranya adalah gaya hidup sehat, menghindari stres, dan pemilihan suplemen yang tepat.

 

Propolis, adalah bahan alami perlebahan yang dikenal dapat meningkatkan imunitas tubuh. PropoelixTM sendiri adalah suplemen dengan kandungan ekstrak propolis alami 200mg, dilengkapi senyawa CAPE (Caffeic Acid Phenetyl Esther), Apigenin, Galangin, Cinnamic Acid, Naringenin, Pinocembrin, dan Chrysin. Deretan senyawa aktif ini memiliki berbagai fungsi diantara: anti bakteri, anti peradangan, anti virus, anti kanker, dan tentunya, imunomodulator.

 

Imunitas tubuh sendiri terdiri dari berbagai sel, diantaranya sel darah putih atau limfosit yakni CD4, CD8, dan Sel NK (Natural Killer). Kadar ketiganya digunakan sebagai parameter penelitian untuk mengukur kondisi sistem kekebalan tubuh manusia.

 

Pada penelitian sebelumnya, PropoelixTM telah teruji dapat meningkatkan imunitas penderita DBD di rumah sakit di Indonesia. Pada bulan Desember 2009 – Maret 2010, hasil studi klinis PropoelixTM di RSUP Persahabatan terbukti meningkatkan trombosit dan memperpendek masa inap pasien yang terkena demam berdarah. Sedangkan di bulan Mei 2012 – Juli 2013, hasil studi klinis PropoelixTM di RSPAD Gatot Subroto menunjukkan peningkatan trombosit dan kandungan anti inflamasi dalam PropoelixTM dapat menurunkan kadar TNF-α (Inflammatory Marker), serta memperpendek masa inap pasien.

 

Hal yang sama juga ditemui pada penderita HIV/AIDS di RSUD dr. Soetomo. PropoelixTM terbukti meningkatkan kadar CD4 terhadap pasien HIV/AIDS dewasa dengan mengonsumsinya selama 3 bulan. PropoelixTM juga dapat meningkatkan kualitas hidup para penderita HIV/AIDS sebagai terapi tambahan di RSUD Sungailiat Bangka, dengan 77% pasien mengalami peningkatan limfosit selama satu bulan konsumsi.

 

Lalu, bagaimana dengan penelitian PropoelixTM terhadap orang sehat? Apakah PropoelixTM efektif dikonsumsi orang sehat, apakah ada efek negatif yang muncul, dan keluhan lain sebagainya?

 

Penelitian terbaru PropoelixTM menggunakan 112 subjek orang sehat yang diberikan dosis PropoelixTM 2 x 1 per hari  selama 30 hari dan diambil sampel darahnya pada sebelum dan sesudah mengonsumsi Propoelix (hari ke-1 dan hari ke-30).

 

Hasil rerata terdapat peningkatan yang signifikan dengan nilai p masing masing parameter diatas p < 0.05 yaitu kadar CD4 dari rata-rata 716,16 sel/mm3 menjadi 852,05 sel/mm3 (nilai p< 0,001), peningkatan CD8 dengan rata-rata sebelum penggunaan produk adalah 364,20 sel/mm3 menjadi 454,55 sel/mm3 ( nilai p < 0,001), serta pada rata-rata sel NK sebelum adalah 63,59 sel/mm3 menjadi 66,49 sel/mm3 (nilai p < 0,034).

 

Subjek penelitian yang sehat mengalami peningkatan kondisi klinis menjadi lebih baik setelah mengonsumsi PropoelixTM secara rutin selama 30 hari. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan hasil sehingga terdapat peningkatan yang bermakna (nilai p <0,05) pada pengukuran CD4, CD8, serta sel NK.

 

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan peningkatan kadar CD4, CD8, serta NK setelah penggunaan produk PropoelixTM. Dapat disimpulkan, bahwa subjek penelitian yang sehat mengalami peningkatan kondisi klinis menjadi lebih baik setelah mengonsumsi Propoelix secara rutin selama 30 hari.

 

Sebanyak 50,89% subjek merasa lebih fit secara keseluruhan dan memiliki stamina yang lebih baik; 14,28% subjek mengalami kualitas tidur yang lebih baik; dan 8,93% subjek mengalami peningkatan nafsu makan. Seiring dengan hasil positif ini, tidak ada efek samping negatif yang dilaporkan oleh 112 subjek, selama uji coba.

 

Propolis mengandung banyak senyawa fenol khususnya flavonoid. Flavonoid merupakan kelompok senyawa kimia yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan terutama kemampuannya dalam mengikat radikal bebas (free radical scavenging) dan sifat mengkelat logam (metal chelating). Propolis juga mengandung Caffeic Acid Phenetyl Esther (CAPE) yang memiliki aktivitas sebagai imunostimulator. Kandungan polifenol yang tinggi di dalam propolis berfungsi dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami serta meningkatkan produksi serta aktifitas sel-sel imun.

 

Dengan penelitian ini, PropoelixTM terbukti efektif sebagai suplemen untuk meningkatkan imunitas pada orang yang sehat, terbukti dari segi klinis maupun secara laboratorium.

 

 

 

Sumber :

https://jurnalmedika.com/

 

Dari Hasil Penelitian :

I.Hoesada*, T. Nasihun*, B. Sulistyo Budhi**

*Pelita Husada Clinic, Semarang, Indonesia

**Biochemistry Department, Medical Faculty, Sultan Agung Islamic University, UNISSULA, Semarang, Indonesia

***Gatot Soebroto Central Army Hospital, Jakarta, Indonesia

HDI Indonesia

  • HDI Hive Menteng, Lantai 8 - 9
    Jl. Probolinggo No. 18, Menteng
    Jakarta Pusat - 10350, Indonesia
  • (021) 294 992 00
  • (021) 294 992 01
  • [email protected]