Apa Itu World Bee Day?

Jangan pernah meremehkan apapun yang terlihat atau memiliki ukuran kecil. Kalimat barusan rasanya tepat jika digunakan untuk menggambarkan lebah. Ya, meski bertubuh kecil mereka nyatanya memiliki peran besar bagi kehidupan makhluk hidup lain, terutama dalam kaitannya dengan ketersediaan bahan makanan.

 

Lebah adalah salah satu penyerbuk (pollinator) paling berpengaruh dan memiliki peran vital dalam penyerbukan. Tanpa mereka, lebih dari 75% makanan bernutrisi baik tidak bisa dihasilkan karena makanan tersebut berasal dari hasil penyerbukan yang dilakukan lebah. Menyadari akan pentingnya lebah, kini dunia mengakui dan memperingati World Bee Day setiap tahunnya.

 

BACA JUGA: Beragam Manfaat Propolis yang Dihasilkan Lebah Madu

 

Upaya Melindungi Kelestarian Lebah Terwujud dalam World Bee Day

 

world bee day 1
Sumber Gambar: worldbeeday.org

 

World Bee Day atau Hari Lebah Sedunia adalah hari yang diresmikan pada Sidang Majelis Umum PBB bulan Desember 2017. Gagasan mengenai diperingatinya Hari Lebah Sedunia sejatinya sudah ada sejak tahun 2014. Pertama kali dilontarkan di Slovenia, warga negara Eropa tersebut menyadari pentingnya lebah dan para penyerbuk lain dalam hal produksi bahan makanan bernutrisi di dunia. Melalui asosiasi peternak lebah, mereka kemudian menginisiasi World Bee Day dengan membuat petisi yang ditujukan kepada PBB.

 

Tiga tahun berselang, PBB akhirnya mengumumkan peringatan resmi Hari Lebah Sedunia atau World Bee Day yang jatuh pada tanggal 20 Mei. World Bee Day pertama pun diperingati dan dirayakan untuk kali pertama pada 20 Mei 2018. Dalam perayaannya yang pertama di Slovenia, sekitar 2.000 peternak lebah hadir dalam upacara peringatan. Turut dihadiri Sang Presiden, Borut Pahor, peringatan tersebut diharapkan menjadi tonggak awal bagi setiap orang untuk menyadari, menyayangi sekaligus menjaga kelestarian lebah di seluruh dunia.

 

anton jansa beekeeper

Sumber Gambar: Lichtmikroskop

 

Dipilihnya 20 Mei sebagai World Bee Day ternyata memiliki makna tersendiri. Tanggal tersebut jatuh pada tanggal yang sama dengan hari ulang tahun Anton Jansa. Siapakah Anton Jansa? Beliau adalah seorang praktisi dan perumus teori tentang lebah di abad 18 yang juga berasal dari Slovenia. Jansa juga dikenal sebagai pelopor peternak lebah modern di dunia. Maka tak heran jika kemudian hari kelahirannya yang kemudian ditetapkan sebagai World Bee Day.

 

Berkat semangat yang ditularkan Jansa, para peternak lebah dan masyarakat yang cinta akan lebah, World Bee Day kini dirayakan di seluruh dunia. Bukan sekadar perayaan semata, diperingatinya Hari Lebah Sedunia, termasuk di Indonesia, mengajak kita semua untuk sadar akan pentingnya lebah. Setelah menyadari, kita sepatutnya mampu berkontribusi nyata untuk menjaga kelestarian mereka misalnya dengan menanam bunga penghasil nektar di area rumah, menggunakan pestisida yang tidak membahayakan lebah atau sekadar memberikan pengetahuan bagi generasi muda akan pentingnya lebah.

 

#AyoSayangiLebah #HariLebahSedunia #WorldBeeDay

 

Referensi:

Trutmann, Carolina. (2018). United Nations. World Bee Day 20 May.

IPBES Secretariat. (2017). IPBES. 20 May declared as World Bee Day.

 

Banner Credit:

Primex Garden Center

Tulis Komentar

(*) Harus diisi

  • Banner Terupdate FB