Tips untuk Cepat Sembuh dari Pneumonia
Pneumonia,
atau yang dikenal juga sebagai penyakit radang paru-paru, biasanya membutuhkan
beberapa minggu untuk proses penyembuhannya. Proses penyembuhan radang ini menuntut
penderitanya untuk mewaspadai kesehatannya, paling tidak hingga melewati seminggu
tanpa rasa sakit di dada, batuk, atau infeksi sekunder lainnya.
Untuk
mempercepat proses penyembuhannya, High-Desert menyarankan penderita
pneumonia untuk:
1.
Tetap berkonsultasi dengan dokter.
Bila Anda mengalami pneumonia, Anda mungkin tergoda untuk segera beraktivitas
setelah merasa sembuh. Tetapi Anda sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan rutin
hingga seluruh gejalanya hilang total karena risiko terkena infeksi sekunder
sangat besar bagi penderita pneumonia. Akan lebih baik bila Anda menjalani rontgen
dada sekali lagi.
2.
Beristirahat dengan cukup.
Karena sistem imunitas Anda telah bertarung cukup lama dengan serangan infeksi
ini, tubuh Anda pasti membutuhkan istirahat yang cukup dalam proses penyembuhan.
Jangan paksakan untuk bangkit dari tempat tidur walaupun Anda merasa sudah membaik.
Antibiotik yang Anda konsumsi pun bisa jadi membuat Anda merasa mengantuk. Pastikan
Anda juga beristirahat di siang hari sebagai tambahan untuk tidur minimal delapan
jam di malam hari.
3.
Menghirup udara bersih.
Salah satu masalah dalam pneumonia adalah paru-paru yang teriritasi. Menghirup
udara yang sudah terpolusi hanya akan memperburuk keadaan Anda, bahkan mampu
meningkatkan frekuensi dan intensitas batuk Anda. Karena itu, hindarilah berada
di area terpolusi, demikian pula dengan ruangan merokok. Bila memungkinkan,
pasanglah penyaring udara di rumah Anda. Bila Anda memang harus berada di udara
terbuka, gunakanlah masker. Masker ini akan membantu melindungi paru-paru Anda.
4.
Berada di ruang yang lembab.
Kebanyakan orang akan menghindari udara lembab sebisa mungkin. Tetapi, udara
lembab itu baik untuk mereka yang sedang menjalani proses penyembuhan dari pneumonia.
Anda bisa menggunakan humidifier pengatur kelembaban udara, bila memungkinkan
dan dibutuhkan. Mandilah dengan air hangat. Udara yang lembab karena suhu air
mandi Anda akan membantu menyejukkan paru-paru sekaligus mengurangi batuk Anda.
5.
Gunakan obat batuk berjenis expectorant, bukan yang suppresant.
Obat batuk berjenis suppresant bersifat menekan batuk dan hanya akan membuat
Anda sakit lebih lama karena batuk Anda akan ditahan. Sementara, para penderita
pneumonia harus mengeluarkan dahak yang akan membawa kuman-kuman dari paru-parunya.
6.
Kurangi kontak dengan orang lain yang sedang sakit.
Seperti yang dituliskan di atas, penderita pneumonia sangat riskan untuk mengalami
infeksi sekunder. Karena itu, sebaiknya Anda menghindari berada di sekitar orang
yang sedang sakit, terutama bila mereka terkena infeksi saluran pernafasan,
walaupun itu hanya pilek ringan. Kontak dengan orang yang sakit hanya akan menambah
durasi penyembuhan yang Anda butuhkan, bahkan bisa memicu komplikasi.
7.
Patuhi aturan konsumsi obat-obatan Anda.
8.
Konsumsi HD Bee Propolis bersamaan dengan resep dokter dan setelah pneumonia
Anda sembuh.
Bee propolis merupakan anti oksidan, anti mikroba, serta antibiotik alami yang
dihasilkan oleh lebah. Berbeda dengan antibiotik umum yang dapat melemahkan
sistem kekebalan tubuh, HD Bee Propolis malah membantu meningkatkan sistem
pertahanan tubuh secara alami.
HD
Bee Propolis juga memiliki senyawa caffeic acid phenetil ester (CAPE)
yang telah terbukti berfungsi sebagai anti peradangan. Dengan demikian, bersamaan
dengan resep dokter, seorang penderita pneumonia sangat dianjurkan untuk mengonsumsi
HD Bee Propolis untuk mempercepat proses penyembuhannya.