Spondylosis
Apa
itu spondylosis? Spondylosis adalah salah satu jenis osteoartritis, yakni radang
sendi karena radang sendi menipis. Kartilago adalah tulang rawan yang menjadi
bantalan di ujung tulang sehingga mencegah terjadinya gesekan antar ujung tulang.
Bila kartilago tersebut habis, maka ujung tulang pun akan rusak dan hancur sedikit
demi sedikit serta sendi akan terasa sakit.
Osteoartritis
yang terjadi di sendi-sendi tulang belakang dinamakan spondylosis. Spondylosis
umumnya terjadi saat umur 45 hingga 60 tahun, namun kondisi ini pun dapat menyerang
di usia lebih muda.
Spondylosis
dapat mempengaruhi berbagai bagian tulang belakang. Lokasi tersebut berbeda
untuk masing-masing orang.
Punggung
bawah adalah area yang paling umum. Rasa sakit akibat osteoartritis di bagian
itu dianggap umum karena punggung bawah bekerja menahan sebagian besar beban
berat badan kita. Pula, daerah ini yang paling rentan terhadap stres akibat
mekanisme pergerakan badan yang, apabila berlebihan, dapat melukai otot-otot
dan mengiritasi sendi-sendi yang sebelumnya sudah rusak karena osteoartritis
itu.
Leher
juga rentan terkena osteoartritis, dikenal dengan istilah cervical spondylosis.
Mempertahankan satu posisi leher untuk waktu yang lama dapat memicu rasa sakit.
Rasa
sakit di punggung atas bisa dipicu oleh kebiasaan jalan membungkuk. Terkadang
sulit untuk membedakan osteoartritis ini dengan cedera otot karena aktivitas
yang mengiritasi sendi juga dapat melukai otot.
Untuk
penderita spondylosis, ada beberapa tips yang dapat membantu mengurangi rasa
sakit.
Melakukan
olahraga yang menguatkan otot-otot di sekitar tulang belakang. Otot-otot yang
kuat akan mampu menyokong tulang belakang sekaligus menyerap sentakan sebelum
sentakan itu sampai di sendi-sendi tulang belakang. Olahraga pemanasan dapat
mengurangi kekakuan tulang belakang sekaligus meredam rasa sakit. Untuk mengetahui
jenis latihan yang tepat untuk Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter
ahli ortopedi.
Kegiatan
aerobik ringan, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda. Kegiatan ini dapat
meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kekakuan tanpa menambah stres pada
sendi-sendi tulang belakang. Aerobik juga dapat menurunkan atau mempertahankan
berat badan karena berat badan yang tidak dikendalikan akan menambah stres yang
dialami oleh sendi-sendi tulang belakang.
Latihan
di air hangat. Saat melakukan olahraga ini, air akan menahan sebagian besar
berat badan sehingga dapat mengambil-alih stres yang sedang dialami oleh sendi-sendi.
Berolahraga di air hangat akan menambah keuntungan yang kita dapatkan karena
suhu hangat itu akan melancarkan sirkulasi darah, meredam rasa sakit, dan mengurangi
kekakuan otot dan sendi sehingga memudahkan kita melakukan olahraga jenis. Bila
memungkinkan, carilah kolam renang yang memiliki fasilitas khusus osteoartritis.
Kompres
panas, namun bukan di daerah peradangan karena panas akan memperburuk peradangan
tersebut. Juga, jangan menggosok kulit yang sedang dikompres itu. Kompres diberikan
selama 20 hingga 30 menit. Bila ingin dikompres lagi, berikan jeda minimal sejam
untuk masing-masing pengompresan agar jaringan kulit tidak kepanasan. Lebih
baik menggunakan kompres karena panas yang lembab menyerap lebih cepat dan dalam
daripada panas yang kering.
Kompres
es yang dapat diberikan bila rasa sakit muncul setelah berolahraga. Kompres
selama maksimal 20 menit, karena lebih dari itu akan menyebabkan radang dingin.
Berikan jeda satu hingga empat jam untuk setiap pengompresan. Agar dingin menyerap
lebih dalam, lapisi es dengan handuk basah. Bila rasa sakit di punggung bertahan
lebih dari dua hari, hentikan kegiatan olahraga Anda untuk sementara waktu.
Olahraga dilanjutkan lagi apabila rasa sakit sudah hilang. Bila rasa sakit bertahan
lebih dari dua hari, berkonsultasilah dengan dokter ortopedi.
Obat
penghilang rasa sakit atau obat antiperadangan dapat dikonsumsi bila mengalami
rasa sakit ringan. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis
ini. Pahami kalau obat jenis ini memiliki efek negatif terhadap kesehatan lambung.
Perawatan
pelengkap bisa jadi ada di daftar rekomendasi dokter. Perawatan ini biasanya
difungsikan sebagai tambahan untuk perawatan medis, bukan sebagai penggantinya.
Tidak semua orang akan mendapatkan hasil yang sama walau mereka memiliki kondisi
spondylosis yang sama. Contoh perawatan yang populer adalah akupuntur dan terapi
pijat.
Mengonsumsi
suplemen sangat dianjurkan. Bagi penderita osteoartritis, termasuk spondylosis,
suplemen yang dianjurkan adalah HD Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate.
HD
Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate mengandung glucosamine sulphate
yang merupakan senyawa alami di kartilago. Kandungan ini akan membantu pembentukan
kartilago baru dengan dibantu oleh chondrotin yang juga ada di HD Dynamic
Trio + Glucosamine Sulphate itu.
Bila
penderita osteoartritis mengonsumsi HD Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate
selama 4 minggu, maka nyeri sendi akan berkurang hingga 19% dan pergerakan sendi
membaik hingga 9%. Konsumsi selama 12 minggu akan mengurangi nyeri hingga 39%
dan pergerakan sendi membaik hingga 27%. Produk ini juga efektif mengurasi rasa
kaku, nyeri, dan bengkak karena radang sendi.
Perawatan
osteoartritis itu membutuhkan kesabaran. Jadi, jangan mengharapkan hasil instan
dari latihan, pengobatan, terapi, dan suplemen yang Anda jalani. Tetapi perkembangan
positif akan Anda dapatkan perlahan-lahan, asalkan Anda setia melakukan berbagai
tips di atas.
|