Metabolisme dan Penurunan Berat Badan
Apakah metabolisme dapat disalahkan untuk kelebihan berat badan yang mungkin
kita alami?
Metabolisme
memang berhubungan dengan berat badan, namun bukan penyebab pertambahan berat
badan.
Pada
dasarnya, metabolisme menentukan jumlah energi yang menjadi dasar kebutuhan
tubuh kita, namun yang menentukan berat badan adalah asupan makanan dan minuman
serta aktivitas fisik kita.
Metabolisme
adalah proses pembakaran untuk mengubah makanan/minuman menjadi energi. Pembakaran
tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.
- Bentuk dan
komposisi tubuh. Semakin lebar tubuh seseorang dan semakin banyak ototnya,
maka akan semakin banyak energi yang dibakarnya.
- Jenis kelamin.
Kaum lelaki biasanya memiliki lebih sedikit massa lemak dan lebih banyak
massa otot dibandingkan kaum perempuan di usia yang
- sama, sehingga
kaum lelaki akan membakar lebih banyak kalori.
- Umur. Seiring
pertambahan usia, massa otot akan berkurang dan massa lemak bertambah sehingga
memperlambat pembakaran kalori.
- Aktivitas
fisik yang sudah pasti akan membakar kalori.
Metabolisme
tidak dapat disalahkan untuk berat badan yang bertambah, karena metabolisme
adalah sebuah proses alami. Kita sendiri cenderung tidak dapat mengendalikan
kecepatan metabolisme tubuh kita.Tubuh akan menyesuaikan metabolisme dengan
kebutuhan kalori tubuh kita. Contoh jelasnya akan terlihat saat kita diet tanpa
makan, di mana tubuh akan memperlambat proses metabolisme dan menghemat kalori
agar kita dapat bertahan hidup. Hanya pada penderita sindrom Cushing dan hipotiroid-lah,
metabolisme akan berhubungan dengan pertambahan berat badan.
Mau
tidak mau, kita harus berhenti menyalahkan metabolisme karena penyebab terbesar
pertambahan berat badan adalah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada
yang digunakan.
Untuk
mengurangi berat badan, Anda dapat memakai konsep sederhana ini, yakni menciptakan
defisit energi dengan mengurangi asupan kalori sekaligus menambah jumlah kalori
yang dibakar melalui aktivitas fisik.
Kita dapat membakar
lebih banyak kalori dengan:
- Melakukan
olahraga aerobik secara teratur, seperti berjalan, bersepeda, dan berenang.
Setidaknya, berolahragalah selama 30 menit setiap. Bila Anda sangat sibuk,
Anda bisa membaginya menjadi 3 kali olahraga, masing-masing 10 menit, di
setiap waktu senggang Anda.
- Melatih kekuatan,
seperti angkat besi. Kegiatan ini akan menghindari pengurangan massa otot
akibat pertambahan usia. Bukankah massa otot juga mempengaruhi jumlah kalori
yang dibakar tubuh kita?
- Aktivitas
gaya hidup sehat, seperti memilih menggunakan tangga daripada eskalator,
berkebun, mencuci kendaraan sendiri, melakukan pekerjaan rumah, dll.
Jangan
lupa untuk menggunakan HD Bodimate sebelum beraktivitas fisik, karena
bagian tubuh yang diolesi HD Bodimate akan mengalami pembakaran lemak
yang lebih banyak dan efektif dibandingkan daerah yang tidak diolesi.