|
Sebelum
mengonsumsi obat, semestinya mengetahui penggunaan dosis yang tepat, efek
samping, maupun kontra indikasinya. Selain itu, perlu diperhatikan kemungkinan
adanya makanan atau minuman yang bila dikonsumsi bersamaan dengan obat
akan mengurangi khasiatnya. Bacalah komposisi obat pada kemasan dengan
cermat. Bila obat tersebut Anda dapatkan dengan resep dokter, tanyakan
hal-hal tersebut di atas pada apoteker. Kandungan obat dapat memicu alergi,
karenanya komunikasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi
obat.
Berikut
ini adalah beberapa contoh kandungan yang sering ditemukan pada obat yang
seing digunakan dalam kehidupan sehari-hari:
Antihistamin
(anti-alergi)
Antihistamin pertama kali ditemukan tahun 1933. Fungsinya adalah untuk
menghilangkan berbagai gejala yang menyerupai alergi, seperti bersin,
gatal, pilek atau reaksi alergi. Tak jarang, obat ini digunakan sebagai
penenang. Bila sedang mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin, hindari
makanan atau minuman yang mengandung alkohol untuk mencegah mual.
Bronchodilator
Obat ini biasanya digunakan untuk mengurangi gejala asma bronkial. Obat
ini tidak ramah terhadap kafein karena dapat menimbulkan reaksi saraf.
Laxative
(obat pencahar)
Biasanya ditemui pada obat pencahar. Penggunaan yang terlalu sering akan
mempengaruhi berat badan dan dapat menimbulkan gangguan elektrolit di
dalam tubuh.
Tetracyline
Tergolong salah satu antibiotik. Bila mengonsumsi obat ini, disarankan
untuk tidak mengonsumsi susu atau kalsium, yang dapat mengganggu proses
penyerapan obat tersebut.
|