Pada
tahun 2006 saja, penduduk Amerika Serikat tercatat menghabiskan 8 milyar galon
minuman dalam botol dan berkontribusi terhadap lebih dari 22 milyar sampah botol
plastik kosong. Selain itu, tercatat pula sejumlah 70 juta botol air mineral
dikonsumsi oleh mereka.
Bagaimana
dengan Indonesia?
Mayoritas
masyarakat Indonesia memang masih mengandalkan air keran. Pilihan terhadap air
mineral biasanya didasari oleh alasan kalau air mineral produksi pabrik lebih
sehat dan bersih dibandingkan air keran. Tetapi, ternyata, demi alasan kesehatan
dan kebersihan lingkungan, pemilihan minuman berbotol perlu dipertimbangkan
lagi.
Alasan
pertama, minuman berbotol jelas menambah jumlah sampah yang sudah terlalu banyak
ditanggung oleh bumi ini. Kedua, harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan
mengonsumsi air yang dimasak sendiri.
Alasan
ketiga, menurut Victoria Kaplan, Senior Organizer pada organisasi nirlaba Food
and Water Watch, air dalam botol belum tentu lebih sehat dan lebih bersih
dibanding air minum yang dibawa dari rumah. Menurut Kaplan, "Sebanyak 40
persen air berbotol memiliki kualitas yang sama dengan air keran." Hal
ini sesuai dengan studi Natural Resources Defense Council pada tahun
1999 yang menemukan kemungkinan kalau air keran memiliki kualitas yang lebih
baik daripada air dalam botol.
Tentu
saja studi tersebut membutuhkan pengujian lebih lanjut. Tetapi, Anda boleh mulai
mempertimbangkan kesehatan bumi ini dengan cara mengurangi pembelian minuman
dalam botol.
Sebaiknya
Anda membawa air minum sendiri dari rumah. Pastikan Anda menggunakan pemurni
air yang tepat, dan kemudian memasak air tersebut, bila memang perlu. Gunakan
wadah minum yang sehat, bukan botol plastik yang telah digunakan berkali-kali.
Dengan
demikian, Anda tetap dapat menjaga kesehatan tubuh Anda sekaligus berkontribusi
terhadap kelangsungan bumi ini.
[disadur
dari thegreenguide.com]
|