Tahukan Anda kalau 90 persen bencana di bumi terkait dengan perubahan iklim?
Bencana akibat perubahan iklim (bencana klimatologi) menunjukkan ciri yang berbeda dibandingkan dengan bencana geologi seperti gempa, tsunami, dan sebagainya. Bencana yang dipahami secara umum adalah bencana geologi yang bersifat mendadak dan bervariasi, baik dapat diprediksi atau tidak. Sementara bencana klimatologi terjadi secara perlahan dan dalam jangka yang relatif panjang. Pantai dan pulau-pulau kecil merupakan wilayah yang terlebih dahulu terkena dampak perubahan iklim dibandingkan wilayah-wilayah lain.
Perubahan iklim yang ekstrim dalam dekade terakhir telah menyebabkan kenaikan permukaan air laut, gelombang tinggi, perubahan pola hujan dan kemarau, serta perubahan salinitas air laut.
Banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi dan menewaskan ribuan orang dari berbagai negara setiap tahun. Banjir terjadi karena curah hujan ekstrim akibat gangguan cuaca, seperti siklon tropis.
Berikutnya adalah kekeringan yang mengancam keamanan pangan dunia. Pada dasarnya, fenomena perubahan iklim menimbulkan curah hujan ekstrim dalam waktu makin singkat, kemudian menjadikan masa kekeringan makin panjang. Ketidakpastian alam menjadi semakin tinggi.
Selain banjir dan kekeringan, perubahan iklim juga dapat menimbulkan bencana longsor dan kebakaran lahan gambut.
Berbagai bencana itu menimbulkan kerentanan sosial, di antaranya ancaman kelaparan. Bahaya kelaparan saat ini mengancam 800 juta penduduk dunia. Dari jumlah itu, 170 juta orang berusia di bawah lima tahun. Artinya, kini banyak kasus gizi buruk yang merusak harapan bagi generasi mendatang.
Dari kita lahir, bumi telah “menjaga” kita. Kini saatnya kita “menjaga” bumi dengan melakukan tindakan-tindakan yang ramah lingkungan, seperti mengurangi sampah, mengurangi polusi, menghemat air, menghemat energi, dan lain-lain. [dari berbagai sumber]