Komputer Hemat Energi
lebah madu  global warming hemat energi listrik laptop komputer
Komputer adalah salah satu peralatan elektronik yang cenderung akan dipakai setiap hari. Tentu saja, komputer membutuhkan daya listrik yang tidak sedikit. Berikut ini tips agar komputer Anda lebih hemat energi.

Bila hendak membeli komputer, Anda perlu mengevaluasi kebutuhan Anda terlebih dahulu. Dengan memastikan bagaimana komputer itu akan digunakan, Anda akan terbantu untuk menentukan pilihan yang efisien. Bila Anda hendak menggunakan komputer untuk tugas sederhana, seperti memeriksa e-mail, surfing di internet, atau menonton film, maka netbook mungkin bisa menjadi pilihan utama Anda. Netbook bukan hanya lebih murah, namun juga memiliki prosesor yang menyedot lebih sedikit energi. Pastikan juga kalau komputer Anda menggunakan komponen-komponen yang low-power.

Saat menggunakan komputer, manfaatkan mode stand-by, sleep, atau hibernate. Mode ini akan menghemat energi pada saat komputer Anda sedang tidak aktif. Mengaktifkan screen saver bukan keputusan bijak karena tidak akan mengurangi penggunaan energi sama sekali.

Untuk mengoptimalkan penghematan energi ini, Anda dapat memanfaatkan fitur power-management yang disediakan oleh sistem operasi komputer Anda. Biasanya Anda membutuhkan program atau perangkat lunak tertentu untuk membantu pengaturan fitur tersebut, misalnya perangkat lunak Power Save Mac untuk pengguna Macintosh atau program EZ Wizard untuk pengguna Microsoft Windows XP.

Ketika Anda berniat mengganti komputer lama Anda dengan komputer baru, cobalah jawab pertanyaan ini: Apakah komputer lama Anda masih mampu memenuhi kebutuhan Anda? Bila "ya", coba pertimbangkan untuk memperpanjang masa penggunaannya. Keputusan ini bukan hanya menghemat pengeluaran Anda, namun juga mengefisiensikan material yang telah dirakit di komputer Anda.

Bagaimana bila jawaban Anda adalah "tidak"?

Kalau komputer lama masih berfungsi baik, Anda dapat menjualnya atau menyumbangkannya. Menyimpannya tanpa menggunakannya sama sekali bukanlah pilihan yang disarankan.

Sekarang, apakah artikel ini mampu menggugah Anda untuk proaktif menghemat energi? Semoga.



Pemanasan Global dan Kesehatan


Menurut ahli kesehatan masyarakat dari Depkes Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, I Made Jaya, pemanasan global merupakan akibat dari rangkaian fenomena yang saling kait, antara lain pertambahan penduduk, peningkatan permintaan sumber daya alam, industrialisasi, konsumsi BBM, emisi, peningkatan suhu, mencairnya es, makin tingginya uap air, dan perubahan arah angin muson.

Dia mencontohkan, dengan pemanasan global, amplitudo suhu makin besar. Di siang hari, suhu dapat lebih panas dan lebih dingin di malam hari, tergantung daerahnya. Kondisi itu saja menyebabkan daya tahan tubuh rawan menurun sehingga manusia mudah terjangkit penyakit.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, makin merebaknya penyakit akibat perubahan musim. ”Dulu, cacar air biasanya pada September dan Oktober. Masuk musim hujan, pertumbuhan jamur dan virus makin mudah. Namun, kini, sepanjang tahun terdapat kasus itu,” ujarnya.

Kelangkaan sumber air akibat ketidakteraturan musim dan kegagalan manajemen air akan berpengaruh terhadap kelangkaan pangan dan penyakit kurang gizi. Agen penyakit juga gampang bermutasi. Hal ini, misalnya, terlihat dengan kemunculan kasus flu burung dan influenza A (H1N1). Virus corona, misalnya, bermutasi sehingga menyebabkan SARS.

Banyak kawasan menghangat sehingga parasit pembawa penyakit, seperti nyamuk, menyebar ke daerah baru yang tak siap dengan kedatangan pembawa penyakit itu.

[sumber: kompas.com]



Air Keran vs Air Botol

botol sampah global warmingPada tahun 2006 saja, penduduk Amerika Serikat tercatat menghabiskan 8 milyar galon minuman dalam botol dan berkontribusi terhadap lebih dari 22 milyar sampah botol plastik kosong. Selain itu, tercatat pula sejumlah 70 juta botol air mineral dikonsumsi oleh mereka.

Bagaimana dengan Indonesia?

Mayoritas masyarakat Indonesia memang masih mengandalkan air keran. Pilihan terhadap air mineral biasanya didasari oleh alasan kalau air mineral produksi pabrik lebih sehat dan bersih dibandingkan air keran. Tetapi, ternyata, demi alasan kesehatan dan kebersihan lingkungan, pemilihan minuman berbotol perlu dipertimbangkan lagi.

Alasan pertama, minuman berbotol jelas menambah jumlah sampah yang sudah terlalu banyak ditanggung oleh bumi ini. Kedua, harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan mengonsumsi air yang dimasak sendiri.

Alasan ketiga, menurut Victoria Kaplan, Senior Organizer pada organisasi nirlaba Food and Water Watch, air dalam botol belum tentu lebih sehat dan lebih bersih dibanding air minum yang dibawa dari rumah. Menurut Kaplan, "Sebanyak 40 persen air berbotol memiliki kualitas yang sama dengan air keran." Hal ini sesuai dengan studi Natural Resources Defense Council pada tahun 1999 yang menemukan kemungkinan kalau air keran memiliki kualitas yang lebih baik daripada air dalam botol.

Tentu saja studi tersebut membutuhkan pengujian lebih lanjut. Tetapi, Anda boleh mulai mempertimbangkan kesehatan bumi ini dengan cara mengurangi pembelian minuman dalam botol.

Sebaiknya Anda membawa air minum sendiri dari rumah. Pastikan Anda menggunakan pemurni air yang tepat, dan kemudian memasak air tersebut, bila memang perlu. Gunakan wadah minum yang sehat, bukan botol plastik yang telah digunakan berkali-kali.

Dengan demikian, Anda tetap dapat menjaga kesehatan tubuh Anda sekaligus berkontribusi terhadap kelangsungan bumi ini.

[disadur dari thegreenguide.com]

 

Berita Terkini

2/2/2010
BIG Jan 2010: Give The Best!

Satu kesempatan lagi yang tidak terlupa adalah BIG Januari 2010 lalu. Apa yang m

22/12/2009
Seminar Kesehatan Bandung

Paradigma pun bergeser dari pola pikir “mengobati penyakit” menjadi kecenderunga

Artikel Baru

27/1/2010
Spondylosis

Osteoartritis yang terjadi di sendi-sendi tulang belakang dinamakan spondylosis.

21/1/2010
[Serial HD] Mengenal Royal Jelly

Royal jelly tidak dikumpulkan dari luar, melainkan merupakan hasil metabolisme tubuh lebah.


ARSIP POJOK >>

     
Copyright©2007 by PT Harmoni Dinamik Indonesia. All Rights Reserved.