>> Artikel Medis

Tetap sehat bersama Produk High-Desert

Bookmark and Share

Sistem Pencernaan Manusia


Sistem pencernaan bermula di mulut. Saat kita melihat sepiring makanan di atas meja, membayangkan masakan di rumah, atau mendeteksi aroma menggiurkan saat melewati toko roti, otak pun kemudian memerintahkan kelenjar saliva yang terletak di bawah lidah untuk memproduksi saliva (air ludah). Ini adalah pertanda kalau saliva harus siaga menyambut kedatangan makanan ke dalam mulut.

sistem pencernaan manusia sehat enzim suplemen bromelain papain lebah madu bee propolis mineral pollen royal jelly

Saat makanan masuk ke dalam mulut, gigi adalah yang penghancur pertama yang ditemuinya. Bersamaan dengan waktu kerja gigi, saliva pun melembutkan makanan tersebut agar lebih mudah ditelan.

Bila membahas tentang saliva, kita tidak dapat melupakan enzim amylase yang dikandungnya. Inilah enzim yang menghancurkan kandungan karbohidrat dalam makanan bahkan sebelum makanan itu meninggalkan mulut kita.

Setelah menghancurkan makanan, sistem pencernaan akan melakukan pekerjaan selanjutnya: menelan. Pekerjaan ini melibatkan berbagai otot di lidah dan mulut yang bekerja memindahkan makanan ke faring (kerongkongan).

Faring adalah jalur sepanjang sekitar 12,7 cm. Ketika makanan masuk ke dalam faring, sebuah katup fleksibel bernama epiglottis akan secara refleks menutup jalur udara berdekatan dengan faring. Dengan demikian, kita tidak akan tersedak saat makan.

Tugas pun berlanjut ke esofagus, kumpulan otot berbentuk pipa yang terletak di bagian dada. Gerakan peristalsis, istilah untuk kontraksi otot-otot esofagus tersebut, akan mendorong makanan turun ke lambung. Normalnya, kita tidak akan pernah menyadari pergerakan itu.

Setelah makanan masuk ke dalam lambung, sekumpulan otot berbentuk cincin yang berada di ujung esofagus akan langsung menciutkan dirinya. Tindakan ini akan mencegah cairan atau makanan mengalir keluar dari lambung dan naik kembali ke esofagus. Cincin otot ini dinamai sphincter.

Bila sphincter bekerja dengan baik, maka makanan akan bertahan di lambung. Lantas, bagaimana lambung memperlakukan makanan itu?

Lambung akan mengaduk dan mencampurkan makanan itu dengan zat asam dan enzim sehingga ukuran makanan menjadi lebih kecil dan mudah dicerna. Dalam satu hari, lambung menghasilkan hampir 3 liter asam karena lingkungan yang bersifat asam sangat dibutuhkan dalam tahap ini.

Setelah bercampur dengan zat asam dan enzim, makanan berubah menjadi cairan kental yang dinamai chyme. Chyme akan bergerak meninggalkan lambung menuju usus halus.

Usus halus terdiri atas tiga bagian, yakni duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

Di dalam duodenum, kita dapat menemukan berbagai enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan secara kimia. Pula, kita dapat menemukan dua muara saluran, yaitu dari pankreas dan kantung empedu.

Chyme kemudian tiba di jejunum. Jejunum memiliki banyak villi, tonjolan-tonjolan berukuran mikroskopis yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan nutrisi yang ada di dalam chyme. Pembuluh darah kapiler di villi akan membawa nutrisi tersebut ke hati, diubah ke bentuk lain, atau langsung diedarkan ke seluruh tubuh.

Villi pun dapat ditemukan di ileum. Bedanya, villi di ileum bertugas menyerap nutrisi yang tidak terserap saat chyme berada di jejunum. Vitamin B12 adalah salah satu nutrisi yang biasanya masih ada di dalam chyme yang baru tiba di ileum.

Setelah ileum, kini usus besar yang unjuk aksi. Aksi ini dilakukan secara bertahap di tiga bagian.

Proses di usus besar bermula di sebuah kantong yang menghubungkan usus halus dengan usus besar, dinamai sekum (usus buntu). Di bagian ujung sekum, tergantung sebuah kantong kecil yang dinamai apendiks.

Kerap terjadi salah paham bila berkaitan dengan sekum dan usus buntu. Yang kita kenal sebagai radang usus buntu ternyata tidak terjadi di sekum, melainkan di apendiks. Makanya, radang itu dinamai appendicitis.

Salah paham kedua berkaitan dengan fungsi appendix itu sendiri. Dulu, ada anggapan kalau apendiks tidak memiliki kontribusi apa-apa terhadap tubuh manusia. Sekarang, berbagai penelitian mengenai fungsi apendiks mulai dipublikasikan, mayoritas menyebutkan kalau apendiks memiliki peran dalam sistem imun manusia karena kaya akan sel-sel limpoid. (Baca: Sistem Imun Manusia).

Lantas, setelah dari sekum, proses pencernaan dilanjutkan di kolon. Setelah sampai di tahap ini, kebanyakan nutrisi dan 90% air dalam chyme telah diserap oleh tubuh.

Kolon akan menyerap sisa air dari chyme kemudian mencampurkan chyme dengan lendir dan bakteri. Hasil campuran itulah yang kita kenal dengan nama feses (tinja).

Selanjutnya, feses akan disimpan di rektum hingga menunggu saatnya dikeluarkan melalui anus. Saat feses dikeluarkan, maka satu rangkaian proses pencernaan pun selesai.


HD DT + Enzymeminerals untuk Sistem Pencernaan Manusia
sistem pencernaan manusia sehat enzim suplemen bromelain papain lebah madu bee propolis mineral pollen royal jellyMenjaga pola makan adalah salah satu gaya hidup yang dianjurkan pada mereka yang peduli pada kesehatan. Namun, apa artinya menjaga pola makan bila sistem pencernaan Anda tidak baik? Karena itulah kita harus mempertahankan kesehatan sistem pencernaan kita dengan mengonsumsi HD DT + Enzymeminerals.

HD DT + Enzymeminerals merupakan suplemen yang memadukan bee pollen, bee propolis, dan royal jelly dengan enzim bromelain, enzim papain, dan berbagai mineral.

Enzim bromelain berasal dari batang buah nenas yang mampu menguraikan zat makanan agar mudah diserap tubuh, membantu proses penyembuhan luka, serta mengurangi pembengkakan atau peradangan di lambung, seperti yang kerap dialami penderita gastritis.

Enzim papain berasal dari buah pepaya yang belum matang dan terbukti aktif membantu melancarkan pencernaan, mencegah rasa panas dalam lambung, serta mengendalikan nafsu makan.

HD DT + Enzymeminerals memiliki kandungan-kandungan alami yang telah terbukti efektif bila bekerja sendiri. Namun, karena kandungan-kandungan itu bergabung dan bekerja sinergis, maka kita akan mendapatkan manfaat lebih.

Kandungan mineral di HD DT + Enzymeminerals, di antaranya zat besi, mangan, seng, dan kromium yang akan membantu dan mengatur fungsi sistem pencernaan.

Secara ilmiah, HD DT + Enzymeminerals juga terbukti mengatasi masalah pencernaan, seperti rasa panas, kembung, sakit maag, dan diare, membantu mengeluarkan racun dari sistem pencernaan, serta membantu meningkatkan penyerapan nutrisi.

Dan, karena mengandung dynamic trio, HD DT + Enzymeminerals akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dengan menjaga pola makan dan mengonsumsi HD DT + Enzymeminerals, maka kita akan mendapatkan tubuh yang sehat. Karena, tubuh yang sehat berawal dari sistem pencernaan yang sehat juga.


[sumber foto: kidshealth.org]

INFO KESEHATAN >>  
 
Sebanyak 49,5% usia anak dan praremaja Indonesia diperkirakan mengalami dehidrasi ringan.Waspadai Gejala Dehidrasi pada Anak
Sebanyak 49,5% usia anak dan praremaja Indonesia diperkirakan mengalami dehidrasi ringan.
...Selengkapnya
Rasa pedas ternyata memang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.Manfaat Pedas Bagi Tubuh
Rasa pedas ternyata memang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
...Selengkapnya

INFO PRODUK >>  
 
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.Tetap Langsing Pascalebaran
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.

...Selengkapnya
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.Gali Bakat Anak Sejak Dini
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.

...Selengkapnya
TIPS SEHAT >>
 
Usia masih muda bukan berarti membuat seseorang aman dari serangan asam urat tinggi.Begini Cara Normalkan Asam Urat
Usia masih muda bukan berarti membuat seseorang aman dari serangan asam urat tinggi....Selengkapnya

Memasak sendiri di rumah memang memberi banyak keuntungan disbanding membeli di luar.Ganti Bahan Masakan Agar Lebih Sehat!
Memasak sendiri di rumah memang memberi banyak keuntungan disbanding membeli di luar....Selengkapnya
 

ARSIP ARTIKEL >>
 
Copyright © 2014 by PT Harmoni Dinamik Indonesia. Red Top Square #B7-8, Jl. Pecenongan Raya No.72, Jakarta 10120.