>> Artikel Kesehatan

Tetap sehat bersama Produk High-Desert

Bookmark and Share
Hipertensi
Seseorang dapat mengidap hipertensi selama bertahun-tahun tanpa mengetahuinya.
Hipertensi adalah suatu kondisi medis dimana tekanan darah di dalam arteri meningkat secara terus menerus. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent disease” karena umumnya penderita hipertensi tidak merasakan gejala atau keluhan apapun. Bahkan, seseorang dapat mengidap hipertensi selama bertahun-tahun tanpa mengetahuinya. Tinggi-rendahnya tekanan darah baru dapat diketahui setelah melakukan pemeriksaan.
Tekanan darah seseorang dikatakan normal apabila berada dibawah 120/80 mmHg, sementara hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg keatas. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik) dan angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah seseorang selalu berubah-ubah sesuai dengan kegiatan yang dilakukan juga emosi. Karena itu, pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan setelah beristirahat setidaknya lima menit.

Terdapat dua kategori hipertensi, yaitu primer dan sekunder. Hipertensi primer merupakan kondisi dimana penyebab hipertensi belum diketahui dengan jelas. Ada banyak faktor yang diduga berperan sebagai penyebab hipertensi primer, antara lain pertambahan usia, stress, dan keturunan. Sekitar 90% pasien hipertensi termasuk dalam kategori ini.

Golongan kedua adalah hipertensi sekunder yang disebabkan oleh terganggunya sistem pengatur tekanan darah dalam tubuh. Ginjal yang tidak berfungsi, pemakaian alat kontrasepsi oral, dan terganggunya kesimbangan hormon merupakan penyebab hipertensi sekunder.

Seiring dengan pertambahan usia, kebiasaan mengukur tekanan darah secara berkala dapat mencegah komplikasi akibat kondisi medis ini. Penyakit-penyakit yang sering timbul sebagai dampak hipertensi antara lain kerusakan ginjal, serangan jantung, pendarahan pada retina mata, pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

Pada dasarnya, sebagian besar penyakit dapat dihindari dengan melakukan pola hidup dan pola makan sehat dengan disiplin. Demikian pula halnya dengan penyakit ini. Upaya untuk menghidari hipertensi dapat dilakukan terutama dengan menghidari rokok dan minuman beralkohol, mengonsumsi makanan yang rendah garam dan berserat tinggi, menjaga berat badan, beristirahat cukup dan menghindari stres, serta berolahraga secara teratur.
INFO MEDIS >>  
 
Gangguan makan juga bisa memengaruhi kehamilan dan bayi yang akan dilahirkan kelak.Gangguan Makan Berpengaruh Pada Kelahiran
Gangguan makan juga bisa memengaruhi kehamilan dan bayi yang akan dilahirkan kelak.
...Selengkapnya
Meski ponsel bisa membuat interaksi dengan orang lain jadi lebih mudah, namun juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.Awas, Ponsel Bisa Bikin Impoten!
Meski ponsel bisa membuat interaksi dengan orang lain jadi lebih mudah, namun juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
...Selengkapnya

INFO PRODUK >>  
 
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.Tetap Langsing Pascalebaran
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.

...Selengkapnya
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.Gali Bakat Anak Sejak Dini
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.

...Selengkapnya
TIPS SEHAT >>
 
Anak yang sudah mampu jadi pemimpin dirinya sendiri akan bisa memimpin orang lain juga di kemudian hari.Efektif Melatih Kepemimpinan Anak
Anak yang sudah mampu jadi pemimpin dirinya sendiri akan bisa memimpin orang lain juga di kemudian hari....Selengkapnya

Orangtua adalah panutan anak dalam bersikap dan bersosialisasi.Hindari Tindakan Berikut Saat Mendidik Anak
Orangtua adalah panutan anak dalam bersikap dan bersosialisasi....Selengkapnya
 

ARSIP ARTIKEL >>
 
Copyright © 2014 by PT Harmoni Dinamik Indonesia. Red Top Square #B7-8, Jl. Pecenongan Raya No.72, Jakarta 10120.