Krisis air dewasa ini tidak hanya terkait masalah sumber, tetapi juga menyangkut akses untuk mendapatkannya. Kini, 87% dari populasi dunia, atau sekitar 5,9 Milyar orang, memiliki akses yang cukup untuk mendapatkan air. Namun, sekitar satu dari delapan orang masih kesulitan mendapatkan air minum yang layak.
Di beberapa kalangan masyarakat, risiko pencemaran air masih terjadi. Pencemaran biasanya disebabkan oleh makin tingginya tingkat urbanisasi, industrialisasi, dan buruknya sanitasi. Polusi air karena ulah manusia, aktivitas pertanian, dan limbah industri membuat air minum yang layak konsumsi dan bersih kian sulit didapat.
Selain itu, di negara berkembang dengan pendapatan kapita rendah, dimana sumber air jauh dari pemukiman, sistem untuk penyediaan dan penyimpanan air justru mengurangi kualitas air minum yang dihasilkan. Hal ini tentu tidak sesuai dengan tujuan awal dari kegiatan tersebut.
Kini, sekitar 3,575 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit yang disebarkan melalui air. Bahkan, dapat dikatakan bahwa daerah yang mengalami krisis air dan sanitasi berkesinambungan, lebih berbahaya daripada wilayah yang terkena perang.
Untuk melindungi sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat, sangat penting untuk menyediakan air minum yang aman dan mudah diakses. Untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, pengembangan inovasi teknologi dan strategi manajemen perlu dilakukan secara berkelanjutan demi menjamin ketersediaan air bersih berkualitas yang layak minum bagi warga.
Dalam kasus dimana air tersedia namun terkontaminasi atau tidak aman untuk dikonsumsi, misalnya karena instansi penyedia air atau pemerintah gagal memenuhi standar, solusi sederhana dapat diimplementasikan di tingkat rumah tangga untuk mengatasinya.
Dewasa ini, instalasi pengolahan atau sistem pemurnian air di tingkat rumah tangga dinilai sebagai sistem paling efisien dan terjangkau untuk mendapatkan air minum yang sehat dan layak. Teknologi filtrasi yang diterapkan ini, mampu mengurangi persebaran penyakit diare sebanyak 47%.
Selain memiliki akses yang nyaman dan praktis untuk mendapatkan air minum untuk keperluan sehari-hari, system pemurnian air di rumah terbukti ampuh, khususnya untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, terutama jika keadaan bertambah gawat dan terjadi epidemi yang disebabkan oleh tercemarnya sistem pengolahan air oleh kotoran. Semakin banyaknya pemakai sistem pemurnian air yang berkualitas dapat memudahkan masyarakat memperoleh air minum yang murah namun sehat secara berkelanjutan.